BUDAYAKAN TEPAT WAKTU (pandai menjaga waktu, teratur dalam segala urusan)


Kedisiplinan waktu adalah salah satu kunci sukses dalam pelaksanaan suatu hal. Kebanyakan orang saat ini kurang menghargai akan waktu yang dimilikinya. Banyak yang memiliki waktu luang dan hanya melewatkanya tanpa adanya suatu tindakan dan kegiatan yang bermanfaat. Ataukah malahan suatu kegiatan yang sungguh tidak bermanfaat. Jika seseorang bingung karena tidak adanya sesuatu yang akan dikerjakan, maka celakalah baginya. Karena, Rasulullah bersabda yang antara lain menjelaskan tentang urgensi mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.

Aspek kedisiplinan terhadap waktu memiliki banyak pengertian dan penjabaran. Namun dalam hal ini, dikhususkan terhadap kedisiplinan akan ketepatan waktu. Yaitu membudayakan tepat waktu. Pengalaman saya selama ini, dengan ikhwan dan akhwat dalam organisasi ataukah institusi manapun, mayoritas dari mereka kurang menghargai adanya ketepatan waktu. Misalkan dijadwalkan bertemu pukul 15.30, pada kenyataanya akan mundur bahkan sampai satu jam.

Ditilik dari aspek sifat apa yang seharusnya dimiliki seorang muslim dan muslimah, hal ini sungguh berada di luar jalur. Kesadaran yang kurang akan ketepatan waktu inilah yang menjadi momok utama permasalahan efisiensi waktu dalam suatu acara. Bagi mereka yang banyak memiliki waktu luang, hal ini akan tekesan sederhana. Mindset mereka telah terpaku dengan kata “toh yang lain pasti ada yang telat”. Atau tidak adanya rasa saling tanggung jawab dengan sesama anggota maupun dengan pimpinan. Ada sedikit solusi mengenai ketepatan waktu rapat. Yaitu dengan membuat adanya kontrak atau persetujuan di muka. Dengan begini, pemimpin tidak terkesan otoriter namun bawahan juga tidak terlalu meremehkan. Kembali dari itu semua, permasalahan yang sesungguhnya adalah berawal dari diri pribadi orang itu sendiri.

Banyak contoh dari para pemimpin – pemimpin besar kita yang sangat peduli akan ketepatan waktu. Karena mereka memiliki agenda yang sungguh padat. Berbeda dengan mahasiswa yang notabene sibuk kuliah namun hanya pada periode tertentu. Kalau kita bandingkan agenda seorang mahasiswa dengan pimpinan suatu (saya contohkan) perusahaan besar, akan sangat terasa jauh berbeda. Setiap menit waktu dari pimpinan sangat berharga. Agenda yang super sibuk membuatnya harus pintar mengatur waktu dan mentaatinya dengan sedikit improvisasi jika tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Tapi minimal sudah ada dasar pijakan.

Jika satu saja, atau bahkan banyak dari bagian suatu kelomppok terlambat tanpa adanya izin, kemungkinan agenda pun akan mundur sesuai dengan kehadiran mereka yang terlambat. Dengan mundurnya agenda itu, cobalah anda bayangkan dalam satu kelompok yang heterogen, masing – masing anggota memiliki agendanya sendiri. Ada pula kemungkinan bahwa salah satu anggota kelompok memiliki agenda lain setelah agenda dalam kelompok tersebut.

Saya ambil contoh, misalnya indra ada rapat pukul 13.00 – 15.00 sesuai dengan jadwal. Lalu indra juga sudah meng-iyakan atau harus menkoordinasikan rapat lainya pada pukul 15.30 di tempat yang lain. Rencana, alokasi waktu awal adalah, selepas pukul 15.00, menuju mushola 3 menit, sholat ashar 5 menit, perjalanan 14 menit, menuju titik rapat 3 menit, persiapan dan brieffing 5 menit sebelum rapat. Dan pukul 15.30 tepat, dimulailah rapat. Jika dari awalnya sudah lancar, pasti dibelakang akan lancar. Namun, jika ada suatu faktor yang menyebabkan kemunduran waktu tersebut, pasti alokasi waktu yang lain akan mundur juga. Jika keterlambatan kecil, misal waktu yang dimiliki masih 25 menit, ada improvisasi dengan cara pendistribusian waktu, misal ambil 1 menit sholat(agak dipercepat), 3 menit perjalanan(agak ngebut), 1 menit menuju titik rapat(agak dipercepat jalanya). Tapi bayangkanlah jika tingkat keterlambatan 25 menit??? Bukan 5 menit!.

Kesadaran mutlak diperlukan. Dengan kesadaran itu akan memacu kreatifitas untuk selalu tepat waktu. Pengulangan suatu hal akan menjadikan pembiasaan terhadap seseorang. Dengan pengulangan yang rutin, pembiasaan yang berkelanjutan menghasilkan suatu budaya tepat waktu. Dan sesuatu yang sudah membudaya akan jadi motor penggeraknya. Ibarat budaya itu menyebabkan kereta berjalan pada relnya. Jika ada percabangan, dituntut improvisasi cabang mana yang akan dipilih dalam menyelesaikan masalah tertentu.

Satu lagi hal yang penting, seperti pada buku HARUS BISA: seni memimpin ala SBY, karangan Dino Pati Djalal(bukan promosi, tapi isinya cukup bagus), yaitu ketepatan waktu itu berkaitan erat dengan loyalitas. Sedang loyalitas itu berlaku dua arah. Maksudnya disini, arah loyalitas adalah ke atas dan kebawah. Ke atas dengan menghormati dan kebawah dengan menghargai. Saya contohkan pada diri presiden SBY, sudah tertanam budaya tepat waktu. Mungkin dari sejak di Akademi Militer (saat itu masih AMN). Namun, tepat waktu itu tidak pandang bulu. Dengan pimpinan, dengan bawahan, dengan siapapun. Tak peduli tamu presiden itu seorang presiden, perdana menteri, wartawan, tukang becak, mahasiswa, tukang ojek dan sebagainya, loyalitas itu berlaku dua arah. Kepada presiden. Juga kepada tamunya. Banyak juga kasus seorang pimpinan yang membatalkan acaranya secara sepihak, atau terlambat karena dirasa tamunya tidak terlalu penting, kecuali jika pada saat darurat. Dengan syarat memberitahukan secara jelas kepada tamu tersebut. Hal seperti itu akan sangat disayangkan oleh sang tamu

Jadi, saya mengajak anda dan diri saya sendiri, untuk selau tepat waktu. Dan selalu istiqomah menjalaninya. Sesuatu yang berat, jika dijalankan lama kelamaan akan menjadi kebiasaan. Dan secara tidak langsung akan menghilangkan rasa berat itu. Budaya tepat waktu juga sangat ditekankan dalam pribadi seorang muslim. Menjadi salah satu dari 10 kepribadian yang berlandaskan pada Al Qur’an( masih igatkah materi AAI ’09). Kenali diri dan kembangkanlah diri, galang potensi, redam kelemahan, istiqomah dan selalu melaksanakan sesuatu untuk mengharap ridha hanya dari Allah SWT. Semoga Allah memberkahi kita semua[IYN].

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  1. :)
    karena waktu akan terus berjalan dan tidak akan pernah menunggu..

    b^^d
    teruskan! :D

      • Indra
      • April 15th, 2011

      Iyap! :)

    • meri santi
    • Agustus 16th, 2011

    waktu tidak akan terulang lagi, walaupun qt mengalami hal indah atau menyakitkan dan waktu akan terus berjalan, beruntunglah orang yang pandai menghargai, semoga kita termasuk orang yang menghargai waktu. amin

    • Indra
    • Agustus 23rd, 2011

    insya Allah, amin…

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: