Rute Pemberian Obat


Efek Farmakologi dari suatu obat dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Salah satunya adalah dengan rute pemberian obat. Obat yang biasanya beredar di pasaran dan kita kenal secara umum adalah obat dengan pemakaian melalui mulut dengan cara dimasukkan dengan bantuan air minum (tablet dan lainnya) atau dilarutkan terlebih dahulu (tablev evervescent, puyer dan lainnya).

urgensi tiap pemakaian berbeda-beda, tergantung pada kasus yang terjadi. dalam hal pemilihan rute pemberian obat yang sesuai, banyak hal yang harus diperhatikan. Pertimbangannya antara lain sebagai berikut :

1 Tujuan terapi menghendaki efek lokal atau sistemik

2 Lama tidaknya masa kerja obat maupun kerja awal yang dikehendaki

3 Stabilitas obat yang melewati bagian tubuh tertentu

4 Keamanan relatif dalam penggunaan elalui berbagai macam rute

5 Rute yang tepat, menyenangkan  dan dikehendaki

6 Harga obat dan urgensi pemakaiannya

7 Keadaan Pasien

8 dan banyak lainnya

Dewasa ini, bentuk sediaan dalam dunia kefarmasian sudah mengalami perkembangan yang pesat. tiap obat kemungkinan berbeda tujuan pengobatan dan mekanisme pelepasan zat aktifnya. Ada yang dikehendaki zat aktif dilepas cepat,  ada juga yang dikehendaki lepas lambat-bertahap. bentuk sediaan pun disesuaikan untuk efek lokal ataupun efek sistemik. Efek sistemik diperoleh jika obat beredar ke seluruh tubuh melalui peredaran darah, dengan cara diminum misalnya obat penurun panas, sedang efek lokal adalah efek obat yang bekerja pada tempat dimana obat itu diberikan, misalnya salep.

Efek sistemik dapat diperoleh dengan rute pemberian :

1 Oral melalui saluran gastrointestinal atau rectal

2 Parenteral dengan cara intravena, intra muskular, subkutan

3 inhalasi langsung kedalam paru-paru

sedangkan efek lokal dapat diperoleh dengan rute pemberian :

1 Intaokular(oculer), Intranasal(nasalis), Aural(auris) dengan jalan diteteskan

2 Intrarespiratoral, berupa gas yang masuk ke paru-paru, seperti inhalasi, tetapi beda mekanisme

3 Rektal, Uretral dan Vaginal dengan jalan dimasukkan.

Rute Pemberian Obat, dapat dengan cara:

1 Melalui rute oral

2 Melalui rute parenteral

3 Melalui rute inhalasi

4 Melalui rute membran mukosa seperti mata, hidung, telinga, vagina dan lainnya

5 Melalui rute kulit

(Anief, 1990)

Penjelasan Tentang Istilah-Istilah Rute Pemberian :

Per Oral, melalui mulut masuk saluran intestinal (lambung), penyerapan obat melalui membran mukosa pada lambung dan usus memberi efek sistematik

Sublingual, dimasukkan dibawah lidah, penyerapan obat melalui membran mukosa, memberi efek sistemik

Parenteral(injeksi), melalui selain jalan lambung dengan merobek beberapa jaringan, antara lain:

a. Intravena, masuk melalui pembuluh darah balik (vena), memberikan efek sistematik

b. Intrakardia, menembus jantung, memberi efek sistemik

c. Intrakutan, menembus kulit, memberi efek sistemik

d. Subkutan,dibawah kulit, memberi efek sistemik

e. Intramuskular, menembus otot daging, memberi efek sistemik

Intraokular, diteteskan pada mata, memberi efek lokal

Intranasal, diteteskan pada lubang hidung, memberi efek lokal

Aural, diteteskan pada lubang telinga, memberi efek lokal

Intrarespiratoral, inhalasi berupa gas masuk paru-paru, memberi efek lokal

Rektal, dimasukkan kedalam lubang dubur, dapat memberi efek lokal atau sistemik

9 Vaginal, dimasukkan kedalam lubang kemaluan wanita, memberi efek lokal

10 Uretral, dimasukkan kedalam saluran kencing, memberi efek lokal

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: