Seperti sudah dijabarkan pada tulisan saya sebelumnya mengenai preformulasi sediaan tablet.  tulisan ini menjelaskan mengenai opsi nomor satu, yaitu mengenai Sifat Organoleptis.

SIFAT ORGANOLEPTIS


Sifat yang paling mudah diamati dari suatu obat atau zat adalah sifat organoleptisnya (warna, bau dan rasa), namun kemudahan ini tidak berbanding lurus dengan pendeskripsiannya. Kebanyakan farmasis (dan masyarakat awam tentunya) pasti dibingungkan dengan suatu deskripsi yang mewakili apakah benda itu pahit, agak pahit atau kurang pahit. apakah masam atau agak masam dan sebagainya. warna dan bau juga khas bagi tiap-tiap zat dan beberapa sulit dibedakan antara satu dengan yang lainnya..

Terminologi yang digunakan untuk mendeskripsikan sifat organoleptis zat dalam farmasi seperti yang tercantum dalam farmakope adalah :

Warna

Bau

Rasa

Putih Buram 

Kream Kekuningan

Coklat

Mengkilap

Pedas/Tajam 

Sulforous

Aroma buah

Aromatik

Tidak Berbau

Asam 

Pahit

Lembut

Tajam/Kuat

Manis

Tidak Berasa

Sifat Organoleptis dari suatu zat adalah sangat berguna dan harus didokumentasikan secara jelas dan seksama dan tercatat dengan baik, karena data tersebut sangat berguna dalam rangka identifikasi awal mengenai siatu zat. sifat organoleptis berpengaruh pada eksipien yang akan digunakan. jika rasanya pahit dibutuhkan eksipien yang mampu menutup rasa pahit itu atau bisa dengan cara menyalut tablet.  jika warna kurang menarik maka dapat ditambahkan eksipien dengan kombinasi tertentu yang menyebabkan warna tidak terlalu mencolok, ataupun bisa disalut, ataupun ditambahkan pewarna.

Dari Buku : Teknologi Formulasi Sediaan Tablet – Teuku Nanda Saifullah Sulaiman 2007