Saya melihat banyak orang sekarat di tanah kelahiran saya

meminum limbah belerang dan minyak buangan

memakan hasil pertanian yang tercemar logam berat

memakan ikan yang sudah sekarat

sebelum besi besar bergerak itu datang, kami hidup senang

serba berkecukupan, memanfaatkan lingkungan sekitar

setelah besi besar bergerak itu datang

menancapkan kaki-kakinya di tanah kami

dan mendirikan pagar-pagar tinggi menjulang

saya tak melihat  lagi teriakan riang anak-anak

serta warna hijau-biru yang menghiasi sekitar

yang ada hanya adik kecil terbaring di tempat tidur

orang tua mati-matian mencari air bersih

dan makanan yang bisa dimakanpun menjadi barang mahal

lama kelamaan jumlah kami semakin berkurang

tapi apa daya…pemerintah seakan menutup mata, hati dan telinga

mata mereka terganjal oleh segumpalan emas

kacamata mereka tertutup oleh timah dan minyak

mulut mereka tersumbat oleh segepok uang tunai

sehingga kami pun tak terlihat, dan tak tersentuh

nasib kami kedepan..siapa yang tahu?