Ada yang tahu gambar di samping? Hmm.. pastinya sudah familiar di kalangan kita. Gurih, renyah, enak.. tapi tahukah kita bahwa didalamnya mengandung zat yang dapat mempercepat kematian/rusaknya sel-sel dalam tubuh kita… apalagi bisa menyebabkan kanker…

Kok bisa pak apoteker?

Makanan yang digoreng atau populer disebut gorengan, ternyata bukan hanya meningkatkan kadar kolesterol darah serta menyebabkan terjadinya peningkatan risiko terkena stroke dan penyakit jantung koroner. Makanan gorengan juga menghasilkan zat pemicu kanker (karsinogenik) dengan nama akrilamida.(Johnson&Johnson Indonesia, Senior, Food Safety Reference dalam Newsletter Consumen Safety and Hygiene (editor : Dimyati Yusuf), 2007)

Akrilamida merupakan salah satu senyawa dari banyaaak sekali senyawa yang bisa menyebabkan kanker. Nah itu ternyata ada di dalam gorengan.

Hal lainnya, dalam bahasa farmasi, sesuatu yang digoreng adalah dilakukan dengan pemanasan, artinya kemungkinan dalam pemanasan itu terjadi proses oksidasi dan selanjutnya sesuatu yang digoreng itu akan mengandung oksidan-oksidan atau secara awam kita sebut radikal bebas.

Seberapa berbahayakan sih radikal bebas itu pak apoteker, jika nggak seimbang atau lebih besar?

Mari kita lihat hasil penelitian dari berbagai ahli, dibawah ini banyak ahli yang telah membuktikan, dan memberikan kepada kita pengetahuan yang bermanfaat

1

Aktivitas fisik berat dapat meningkatkan konsumsi oksigen 100-200 kali lipat karena terjadi peningkatan metabolisme di dalam tubuh. Peningkatan penggunaan oksigen terutama oleh otot-otot yang berkontraksi, menyebabkan terjadinya peningkatan kebocoran elektron dari mitochondria yang akan menjadi ROS( Reaktif oxygen species) (Clarkson,2000; Sauza,2005).

2

Umumnya 2-5% dari oksigen yang dipakai dalam proses metabolisme didalam badan akan menjadi ion superoksid, sehingga saat aktivitas fisik berat terjadi peningkatan produksi radikal bebas ( Chevion,2003). 

3

Radikal bebas adalah senyawa atau atom yang memiliki elektron tidak berpasangan pada orbital luarnya sehingga bersifat sangat reaktif terhadap sel atau komponen sel disekitarnya ( Evan,2000).

4

Karena reaktif maka radikal bebas dapat menimbulkan kerusakan sel dan komponen sel seperti lipid, protein dan DNA, serta dapat menyebabkan mutasi dan bersifat karsinogenik (Droge, 2002; Thannical, 2000; Clarkson, 2000).

Naah, hati hatilah nak dengan sesuatu yang digoreng. Memang kita suka, tapi cobalah untuk dikurangi. Setidaknya kita telah melakukan tindakan pencegahan agar tubuh kita tetap FIT!! ^^

 

Lalu bagaimana caranya menangkal radikal bebas pak apoteker?

 

Kurangi gorengan, beralihlah kepada sayuran dan makanan yang direbus. Makanan yang banyak mengandung anti-oksidan (lawan dari oksidan), banyak di iklan-iklan juga, tapi tidak usah beli produk jadi yang diiklankan, kita ambil informasinya, olah bahannya dari yang mentah yang mudah kita dapatkan disekitar kita seperti : sayuran dan buah-buahan, bisa juga menggunakan herbal seperti kunir putih dan daun dewa.

SUMBER

 

(Johnson&Johnson Indonesia, Senior, Food Safety Reference dalam Newsletter Consumen Safety and Hygiene (editor : Dimyati Yusuf), 2007)

Clarkson PM, Thomson HS. 2000. Antioxidants: What role do they play in physical activity and health ?, Am J Clin Nutr. 729 2 Suppl): 637 s-46s. dalam jurnal EFEK ANTIOKSIDAN EKSTRAK AIR UMBI UBIJALAR UNGU (Ipomoea batatas L ) TERHADAP DARAH DAN BERBAGAI ORGAN PADA MENCIT YANG DIBERIKAN BEBAN AKTIVITAS FISIK MAKSIMAL ( I Made Jawi 1, Dewa Ngurah Suprapta, I Nyoman Arcana, Agung Wiwiek Indrayani, A.A. Ngurah Subawa ) Universitas Udayana – Denpasar

Chevion S, Moran DS, Heled Y, Shani Y, Regrev G, Abbou B, Berenshtein E, Stadtman ER, Epstein Y. 2003. Plasma antioxidant status and cell injury after severe physical exercise, Proc.Nati.Acad.Sci.USA,Vol 100,Issue9, 5119-5123. dalam jurnal EFEK ANTIOKSIDAN EKSTRAK AIR UMBI UBIJALAR UNGU (Ipomoea batatas L ) TERHADAP DARAH DAN BERBAGAI ORGAN PADA MENCIT YANG DIBERIKAN BEBAN AKTIVITAS FISIK MAKSIMAL ( I Made Jawi 1, Dewa Ngurah Suprapta, I Nyoman Arcana, Agung Wiwiek Indrayani, A.A. Ngurah Subawa ) Universitas Udayana – Denpasar

Droge W. 2002. Free Radicals in the Physiological Control of Cell Function, Physiological Reviews. Vol 82, No 1 pp 47-95. dalam jurnal EFEK ANTIOKSIDAN EKSTRAK AIR UMBI UBIJALAR UNGU (Ipomoea batatas L ) TERHADAP DARAH DAN BERBAGAI ORGAN PADA MENCIT YANG DIBERIKAN BEBAN AKTIVITAS FISIK MAKSIMAL ( I Made Jawi 1, Dewa Ngurah Suprapta, I Nyoman Arcana, Agung Wiwiek Indrayani, A.A. Ngurah Subawa ) Universitas Udayana – Denpasar

Evan WJ. 2000. Vitamin E, Vitamin C, and Exercise, American Journal of Clinical Nutrition, Vol 72, No 2, 647s-652s.  dalam jurnal EFEK ANTIOKSIDAN EKSTRAK AIR UMBI UBIJALAR UNGU (Ipomoea batatas L ) TERHADAP DARAH DAN BERBAGAI ORGAN PADA MENCIT YANG DIBERIKAN BEBAN AKTIVITAS FISIK MAKSIMAL ( I Made Jawi 1, Dewa Ngurah Suprapta, I Nyoman Arcana, Agung Wiwiek Indrayani, A.A. Ngurah Subawa ) Universitas Udayana – Denpasar

Sauza TP, Oliveira PR, Pereira B. 2005. Physical exercise and oxidative stress, effect of intense physical exercise on urinary chemiluminescence and plasmatic malondialdehyde. Rev Bras Med Esporte, Vol 11, N0 1 Jan/Fev dalam jurnal EFEK ANTIOKSIDAN EKSTRAK AIR UMBI UBIJALAR UNGU (Ipomoea batatas L ) TERHADAP DARAH DAN BERBAGAI ORGAN PADA MENCIT YANG DIBERIKAN BEBAN AKTIVITAS FISIK MAKSIMAL ( I Made Jawi 1, Dewa Ngurah Suprapta, I Nyoman Arcana, Agung Wiwiek Indrayani, A.A. Ngurah Subawa ) Universitas Udayana – Denpasar

(MOHON MAAF PENULISAN SUMBER TIDAK DENGAN TATA CARA PENULISAN YANG BENAR)