MENGENAL SOFTDRINK DAN BEBERAPA BAHAYANYA

Mengenal Soft Drink

Soft drink atau dalam bahasa indonesia disebut minuman ringan, adalah suatu produk minuman yang berisikan air, zat pemanis dan penyedap serta (seringkali) penyegar (air berkarbonasi). Minuman ini lazim dijumpai dewasa ini. Pada abad ke-17, softdrink  mulai diproduksi, saat itu peroduk berupa air dan jus lemon yang diberi madu sebagai perisa. Pada abad ke-18 ilmuwan menemukan cara membuat air berkarbonasi yang menggantikan air mineral berkarbonasi alami, yaitu dengan memasukkan gas karbon dioksida (CO2(g)) kedalam air dan menjaganya agar tetap terlarut, pengaruh dari karbon dioksida inilah yang menyebabkan efek segar dan menggigit ketika minuman dikonsumsi, selanjutnya penemuan ini menjadi awal dari diproduksinya berbagai macam produk softdrink

Jika anda ingin mencoba, cobalah sebelum membuka kemasan, gojog dahulu botol softdrink, lalu buka dan cium baunya. Ketika beberapa tegukan awal, air soda (nama lain air berkarbonasi) memang memberikan rasa segar, ulangi langkah ini sampai tidak terbentuk gas saat botol digojog, setelah itu minum lagi dan anda tidak akan merasakan efek segar dari minuman yang anda konsumsi, melainkan rasa manis dari minuman tersebut dengan kadar gula yang cukup tinggi

Dewasa ini, untuk mengurangi bahaya gula, diproduksi softdrink untuk diet, tak lain adalah dengan cara mengganti pemanis yang biasa digunakan yaitu sukrosa (gula pasir), dengan pemanis buatan seperti aspartam. Pemanis ini dengan kadar yang sangat kecil dapat memberikan rasa manis yang tajam. Namun konsumsi aspartam secara berkelanjutan dan rutin juga tidak baik bagi tubuh.

Komposisi soft drink

Kompisisi softdrink antara lain :

–          Air berkarbonasi

–          Pemanis sukrosa atau pemanis buatan (sintesis), pemanis dari gula jagung

–          Perisa

–          Pengatur keasaman

–          Pengawet

Kadangkala pada softdrink ada penambahan

–          Kafein

–          Jus buah

–          Kadang pada produk tertentu terdapat alkohol namun dalam jumlah (kadar)  sangat kecil

Hubungan Dengan Kesehatan

Tingkat konsumsi softdrink yang semakin tinggi dewasa ini menyebabkan maraknya penyakit yang berhubungan dengan tingginya kadar gula dalam darah, maupun komponen-komponen yang dimiliki softdrink. Jika konsumsi hanya sesekali tidaklah mengapa, namun efek dari komponen softdrink dapat menyebabkan orang yang mengkonsumsinya dapat ketagihan, alias mengulanginya lagi, mirip dengan efek merokok. Dengan semakin rutinnya konsumsi softdrink, maka kadar gula dalam darah akan semakin meningkat. Diabetes adalah salah satu dari banyak penyakit yang akan menyerang.

Namun sebelum membahas berbagai penyakit yang dapat menyerang, mari simak bagaimana nasib gula (yang nantinya akan diubah menjadi glukosa) dalam tubuh manusia

Glukosa dan contoh polimernya

http://www.personal.psu.edu/haa127/blogs/hfcs/glucose%20polymer%20into%20monomer.GIF

Poin 1 : glukosa dibutuhkan sebagai prekusor (zat awal) dalam pembentukan energi melalui jalur-jalur metabolisme

Glukosa dalam tubuh memiliki peran sentral dalam metabolisme tubuh manusia, perkembangan dan penyediaan energi bagi tubuh. Glukosa akan melewati jalur-jalur metabolisme hingga sampai pada produk akhir berupa ATP (adenosine triphosphat) yang menyediakan energi bagi sel-sel tubuh. Glukosa diabsorbsi secara enteral dan bertransformasi menjadi berbagai produk lain dalam tubuh. Kebutuhan tertinggi glukosa adalah pada otak. Sumber glukosa tersebar luas baik dalam bentuk polimernya maupun monomernya. (polimer = dalam hal ini secara sederhana dapat dikatakan gabungan banyak glukosa yang membentuk massa dengan berat molekul yang tinggi, seperti amilum atau pati dan karbohidrat)

Profil metabolisme glukosa dalam organ hati

Poin 2 : glukosa dibutuhkan dalam jumlah berimbang, dan akan selalu dibuat seimbang oleh tubuh jika sistem dalam tubuh masih sehat

Glukosa dibutuhkan untuk menjalankan aktivitas semua organ dibawah

Glukosa tidak serta merta diproduksi oleh tubuh, melainkan dibutuhkan asupan dari luar. Jika glukosa terlalu banyak, tubuh dapat menyimpannya dalam bentuk lipida atau triasilgliserol, atau sebagai keton body pada otak, atau sebagai glikogen pada otot. Jika glukosa dalam darah berkurang, tubuh dapat mengambilnya dari sumber-sumber simpanan oleh tubuh tadi. Namun jika glukosa terlampau berlebihan, maka mekanisme tubuh dalam meregulasi glukosa akan kacau dan tidak berimbang, akibatnya sistem terintegrasi dalam tubuh yang menciptakan homeostasis (keseimbangan) terganggu dan pada akhirnya muncul berbagai penyakit.

Hubungan kadar glukosa dengan kesehatan

Metabolisme glukosa dan hubungannya dengan hormon insulin

Poin 3 : glukosa berlebihan dalam jangka panjang akan merusak sistem keseimbangan dan menimbulkan berbagai penyakit

Ya, tubuh memiliki sistem sendiri yang secara terintegrasi mampu menyeimbangkan berbagai senyawa dalam tubuh. Dalam tubuh terdapat ribuan senyawa yang harus diseimbankan kadarnya, memiliki efek terhadap aktivitas dan sistem tertentu, maupun sebagai senyawa perantara terciptanya suatu kerja dalam tubuh manusia. Glukosa adalah salah satu  yang harus diseimbangkan.

Ketidakmampuan tubuh dalam menyeimbangkan senyawa-senyawa yang berfungsi untuk metabolisme, yang salah satunya adalah glukosa, akan berakibat fatal pada tubuh manusia. Mulai dari munculnya gejala sampai kepada penyakit penyerta baik akut(singkat dan mendadak) maupun kronis (berkepanjangan). Glukosa erat hubungannya dengan asupan yang kita makan. Karbohidrat adalah salah satu sumber terbanyak glukosa yang kita makan sehari-hari, yaitu nasi. Selain itu konsumsi softdrink yang secara penelitian memiliki kadar gula yang sangat tinggi juga akan menyebabkan kadar glukosa dalam darah menjadi naik secara berlebihan, karena tubuh sudah tidak mampu lagi menopang glukosa berlebihan itu, maka berbagai penyakit akan muncul.

Poin 4 : glukosa dan kandungan lain yang dikonsumsi tidak hanya sampai pada proses absorbsi, tetapi juga perlu dimetabolisme dan diseimbangkan oleh tubuh

Poin 5 : tidak semua glukosa dan kandungan lain sampai pada organ absorbsi, ada yang menempel pada tempat tertentu seperti gigi

Poin 6 : minuman ringan tersebut tidak hanya berisi gula yang tinggi, tetapi juga berisi kandungan lain yang jika dikonsumsi berlebihan dapat berbahaya bagi tubuh

sumber :  http://www.nature.com/ijo/journal/v30/n3s/images/0803489f1.jpg

Berbagai penyakit yang dapat timbul akibat konsumsi softdrink berlebihan

 

Banyak sekali penyakit yang dapat timbul akibat asupan gula yang berlebihan, softdrink adalah salah satu produk dengan gula yang sangat tinggi.dengan naiknya kadar glukosa dalam darah, maka dapat terjadi berbagai penyakit antara lain ;

–          Obesitas

–          Diabetes tipe 2

–          Karies gigi

–          Kerusakan DNA

–          Terganggunya keseimbangan Kalsium,

–          Osteoporosis

–          Hipokalemia

–          Serangan Jantung

–          Kematian

Maka dari itu marilah kita kurangi konsumsi softdrink jika memang berlebihan, dan rekomendasinya adalah minum minuman lain yang sehat dan seimbang. Karena sesuatu yang berlebihan maupun terlalu sedikit adalah sama-sama tidak baik.

Referensi :

Handout Kuliah Biokimia Fakultas Farmasi UGM Semester II – Prof.Dr. Edy Meiyanto, M.Sc., Apt.

International Journal of Obesity (2006) 30, 1091–1093. doi:10.1038/sj.ijo.0803328; Published online 21 March 2006 Soft drink consumption and excess weight gain in Australian school students: results from the Nepean study, by C S Tam1, S P Garnett, C T Cowell, K Campbell, G Cabrera and L A Baur

a b c d Malik, V.S.; Schulze, M.B.; Hu, F.B. (2006). “Intake of sugar-sweetened beverages and weight gain: a systematic review”American Journal of Clinical Nutrition 84 (2): 274–328.PMC 3210834PMID 16895873. Dalam  http://en.wikipedia.org/wiki/Soft_drink

a b c d e Vartanian, L.R.; Schwartz, M.B.; Brownell, K.D. (2007). “Effects of soft drink consumption on nutrition and health: a systematic review and meta-analysis”American Journal of Public Health 97 (4): 667–

675. doi:10.2105/AJPH.2005.083782PMC 1829363.PMID 17329656. Dalam http://en.wikipedia.org/wiki/Soft_drink

a b Heaney RP, Rafferty K. (September 2001). “Carbonated beverages and urinary calcium excretion”American Journal of Clinical Nutrition 74 (3): 343–347. PMID 11522558. Dalam http://en.wikipedia.org/wiki/Soft_drink

http://www.sinergifitness.com/site2/kumpulan-artikel-fitness-a-kesehatan/34-artikel/116-bahaya-softdrink-yang-tidak-disadari (diakses 15-05–2012)

http://www.personal.psu.edu/haa127/blogs/hfcs/glucose%20polymer%20into%20monomer.GIF (diakses 15-05-2012)