Pendahuluan

Obat Herbal merupakan obat yang populer digunakan oleh masyarakat Indonesia sebelum obat konvensional mudah ditemui seperti sekarang. Generasi dahulu biasa menggunakan tanaman obat untuk pengobatan maupun minuman kesehatan. Sedikit yang saat ini kita masih sering jumpai adalah Jamu-jamu minuman, di pasar-pasar, dijual keliling menggunakan sepeda dan ataupun digendong. Beras Kencur, Kunir Asem, Gula Asem, Jamu Paitan, dan sebagainya.

Secara Definisi, Obat Tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.

Seiring perkembangan jaman, regulasi turut berubah. Saat ini penjualan jamu (yang dikemas, menggunakan brand dan memiliki klaim pengobatan) harus terdaftar di Badan POM, baik itu klasifikasi Jamu, Obat Herbal Terstandar, maupun Fitofarmaka.

[Baca di sini : Penggolongan Obat Tradisional Indonesia]

herbal-tea-1410565_1280 lite
Teh Herbal

Lalu, Apa itu BKO?

BKO adalah singkatan dari Bahan Kimia Obat, istilah yang biasa dipakai oleh dunia kefarmasian indonesia untuk zat-zat obat konvensional/sintesis yang dicampurkan kedalam obat herbal.

 

Kenapa muncul BKO?

Sudah rahasia umum bahwa masyarakat ingin agar obat yang dikonsumsinya memiliki khasiat yang baik, dan cepat berefek (cespleng). Sedangkan, khasiat obat herbal mayoritas tidak seperti obat-obatan konvensional yang notabene memiliki reaksi/onset yang cepat.

Lalu harus bagaimana agar obat herbal bisa memberikan reaksi yang cepat? Salah satu solusinya (yang dilarang BPOM) adalah dengan menambahkan BKO dengan efek yang sejenis. Hal ini bertujuan untuk membuat efek obat tersebut cepat muncul (karena BKO nya), lalu efek obat herbal akan muncul dibelakang. Parahnya, ada beberapa oknum yang menggunakan bahan herbal sisa/yang tidak berefek, kemudian mencampurnya dengan BKO sehingga seakan-akan obat herbal tersebut berkhasiat.

Berikut beberapa jenis obat herbal yang umumnya dicamputi BKO

Klaim kegunaan Obat tradisional BKO yang sering ditambahkan
Pegal linu / encok / rematik : Fenilbutason, antalgin, diklofenak sodium, piroksikam, parasetamol, prednison, atau deksametason
Pelangsing : Sibutramin hidroklorida
Peningkat stamina / obat kuat pria : Sildenafil Sitrat
Kencing manis / diabetes : Glibenklamid
Sesak nafas / asma : Teofilin

 

Lalu Apa Bahaya BKO?

Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, obat tradisional dilarang menggunakan:

1 Bahan kimia hasil isolasi atau sintetik berkhasiat obat;

2 Narkotika atau psikotropika;

3 Hewan atau tumbuhan yang dilindungi

 

Obat Sintesis tidak seluruhnya dapat dikonsumsi dengan bebas, ada hal-hal yang mendapat perhatian lebih terkait keamanan dan potensinya terhadap kesehatan pasien, apalagi pasien yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Konsumen yang tidak menyadari adanya bahaya dari obat tradisional (mengandung BKO), tentunya dapat timbul potensi berbahaya bagi kesehatannya. Untuk itulah Badan POM secara berkesinambungan melakukan pengawasan terhadap produk yang beredar.

tablets-1001224_1280 lite
Obat Sintesis

Bahayanya apa? Berikut sedikit kutipan dari situs badan POM

  1. Fenilbutazon

Efek samping :

  • Timbul rasa tidak nyaman pada saluran cerna, mual, diare, kadang pendarahan dan tukak, reaksi hipersensifitas terutama angio edema dan bronkospasme, sakit kepala, pusing, vertigo, gangguan pendengaran, fotosensifitas dan hematuria.
  • Paroritis, stomatitis, gondong, panareatitis, hepatitis, nefritis, gangguan penglihatan, leukopenia jarang, trombositopenia, agranulositosis, anemia aplastik, eritema multifoema 9 syndroma Steven Johnson, nekrolisis epidermal toksis (lyll), toksis paru-paru.

 

  1. Antalgin (Metampiron)

Efek samping : Pada pemakaian jangka panjang dapat menimbulkan agranulositosis.

 

  1. Deksametason
    Efek Samping :

    • Glukokortikoid meliputi diabetes dan osteoporosis yang berbahaya bagi usia lanjut. Dapat terjadi gangguan mental, euphoria dan myopagh. Pada anak-anak kortikosteroid dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan, sedangkan pada wanita hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan adrenal anak.
    • Mineralokortikoid adalah hipertensi, pretensi Natrium dan cairan serta hypokalemia.

 

  1. Prednison
    Efek samping :

    • Gejala saluran cerna : mual, cegukan, dyspepsia, tukak peptic, perut kembang, pancreatitis akut, tukak oesofagus, candidiasis.
    • Gejala musculoskeletal : miopatiproximal, osteoporosis, osteonekrosis avaskuler.
    • Gejala endokrin : gangguan haid, gangguan keseimbangan Nitrogen dan kalsium, kepekaan terhadap dan beratnya infeksi bertambah.
    • Gejala neuropsikiatri : euphoria, ketergantungan psikis, depresi, insomnia, psikosis, memberatnya shizoprenia dan epilepsy.
    • Gejala pada mata : glaucoma, penipisan kornea dan sclera, kambuhnya infeksi virus atau jamur di mata.
    • Gejala lainnya : gangguan penyembuhan, atrofi kulit, lebam, acne, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, leukositosis, reaksi hipersensitif (termasuk anafilaksis), tromboemboli, lesu.

 

  1. Teofilin
    Efek samping : Takikardia, palpitasi, mual, gangguan saluran cerna, sakit kepala, insomnia dan aritmia.

 

  1. Hidroklortiazid (HCT)

Efek samping : Hipotensi postural dan gangguan saluran cerna yang ringan, impotensi (reversible bila obat dihentikan), hipokalimia, hipomagnesemia, hipoatremia, hiperkalsemia, alkalosis, hipokloremik, hiperurisemia, pirai, hiperglikemia dan peningkat kadar kolesterol plasma.

 

  1. Furosemid
    Efek samping : Hiponatremia, hipokalemia, hipomagnesia, alkalosis, hipokloremik, ekskresi kalsium meningkat, hipotensi, gangguan saluran cerna, hiperurisemia, pirai, hiperglikemia, kadar kolesterol dan trigliserida plasma meningkat sementara.

 

  1. Glibenklamid
    Efek samping :

    • Umumnya ringan dan frekuensinya rendah diantaranya gejala saluran cerna dan sakit kepala.M
    • Gejala hematology trombositopeni dan agranulositosis.

 

  1. Siproheptadin
    Efek samping : Mual, muntah, mulut kering, diare, anemia hemolitik, leukopenia, agranulositosis dan trombositopenia.

 

  1. Chlorpeniramin maleat (CTM)
    Efek samping : Sedasi, gangguan saluran cerna, efek anti muskarinik, hipotensi, kelemahan otot, tinitus, euphoria, nyeri kepala, stimulasi SSP, reaksi alergi dankelainan darah.

 

  1. Parasetamol
    Efek samping : Jarang, kecuali ruam kulit, kelainan darah, pankreatitis akut dan kerusakan hati setelah over dosis.

 

  1. Diclofenac sodium
    Efek samping :

    • Gangguan terhadap lambung, sakit kepala, gugup, kulit kemerahan, bengkak, depresi, ngantuk tapi tidak bias tidur, pandangan kabur, gangguan mata, tinitus, pruritus.
    • Untuk hipersensitif : menimbulkan gangguan ginjal, gangguan darah.

 

  1. Sildenafil Sitrat
    Efek samping : Dyspepsia, sakit kepala, flushing, pusing, gangguan penglihatan, kongesti hidung, priapisme dan jantung.

 

  1. Sibutramin Hidroklorida
    Efek samping: Dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung serta sulit tidur

 

Ibu Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt. dalam blog nya juga menuliskan beberapa bahaya BKO ini, sedikit diantaranya yaitu :

 

Parasetamol

Parasetamol adalah obat penghilang sakit (analgesik) yang sebenarnya aman jika digunakan sesuai aturannya. Obat ini banyak dijumpai pada komponen obat flu maupun sakit kepala. Jika dicampurkan ke dalam jamu, misalnya jamu pegel linu atau jamu rematik, tentu akan meningkatkan kemanjuran jamu tersebut. Jika hanya dipakai sekali dua kali memang tidak berbahaya bagi kesehatan. Tetapi masalahnya, masyarakat pada umumnya menganggap jamu itu aman dan mereka cenderung mengkonsumsi setiap hari. Jika dipakai setiap hari, maka parasetamol akan terakumulasi dalam tubuh.

adult-1846050_1280 lite

Pada dosis besar, parasetamol dapat merusak hati/liver menyebabkan gangguan liver. Di dalam tubuh, parasetamol akan dimetabolisir menghasilkan zat radikal bebas yang bernama N-acetyl-p-benzoquinoneimine (NAPQI). Dalam keadaan normal, NAPQI akan didetoksikasi secara cepat oleh enzim glutation dari hati. Pada dosis berlebih, hati tidak mampu lagi mendetoksikasinya, dan zat radikal bebas tersebut justru dapat merusak hati.

 

Sildenafil dan Tadalafil (dalam obat kuat)

Sildenafil dan tadalafil adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan ereksi pada pria. Masyarakat mengenalnya sebagai obat kuat untuk pria. Banyak jamu atau obat herbal yang ditujukan untuk meningkatkan stamina pria mengandung sildenafil sebagai campurannya. Sildenafil dan tadalafil adalah obat keras yang semestinya diperoleh dengan resep dokter. Dia bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah penis, sehingga aliran darah ke organ tersebut lancar, sehingga menguatkan ereksi. Tetapi jika dipakai secara berlebihan, apalagi oleh orang-orang yang sedang menggunakan obat-obat antihipertensi yang bekerja melebarkan pembuluh darah juga (vasodilator), maka akan terjadi penurunan tekanan darah secara drastis dan pasien bisa pingsan, bahkan bisa menimbulkan kematian. Efek samping lain obat ini adalah buta warna, sakit kepala, pusing, hidung tersumbat, sampai dengan sakit pada kandung kemih. Alih-alih perkasa, pasien justru bisa terkapar tidak berdaya akibat efek samping obatnya.

 

Sudah tahu bahayanya kan? Oleh karena itu kita dapat membantu badan POM dalam mengawasi adanya peredaran produk yang mengandung BKO. Caranya? Jika masyarakat menemukan hal-hal yang mencurigakan terkait produksi dan peredaran OT secara ilegal, dapat menghubungi Contact Center HALOBPOM 1-500-533, sms 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, twitter @bpom_ri atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) di seluruh Indonesia.

 

 

Sumber:

1 Situs Resmi Badan POM RI

http://www.pom.go.id/new/index.php/view/berita/144/bahaya-bahan-kimia-obat–bko–yang-dibubuhkan-kedalam-obat-tradisional–jamu-.html

http://www.pom.go.id/new/index.php/view/pers/285/BAHAN-KIMIA-OBAT-DALAM-OBAT-TRADISIONAL-DAN-SUPLEMEN-KESEHATAN—-Ancaman-Bagi-Kesehatan-Masyarakat—.html

2 Blog Ibu Zullies

https://zulliesikawati.wordpress.com/2014/11/30/bahayanya-obat-herbal-yang-dicampur-bko-51-produk-ditarik-oleh-bpom/

 

Penulis:

Indra Yudhawan, S.Farm., Apt. [email][linkedin][facebook][youtube]

Lihat juga :

Bekerja Juga IBADAH – Bekerja dan Atau Wirausaha itu Pilihan

Iklan