[FARMAKOPE HERBAL INDONESIA SERIES]
BUAH ADAS
Foeniculi vulgaris Fructus
 
 
Foeniculi vulgaris Fructus merupakan suatu nama bagi buah adas (buah Foeniculum vulgare). Buah adas memiliki beragam khasiat, diantaranya sebagai antioksidan, anti kanker, anti inflamasi (anti radang), antifungal (anti jamur), anti bakteria dan efek estrogenik. Efek farmakologi ini dapat terjadi karena adanya senyawa aromatik seperti anethole, estragole dan fenshon.
Buah adas adalah salah satu tumbuhan pedas tertua di dunia. Adas termasuk kedalam tanaman herbal/medis terpenting di dunia sehubungan dengan aspek ekonominya dan aplikasinya pada industri farmasi yang memiliki peran signifikan.
Dalam FHI, buah adas memiliki persyaratan mengandung minyak atsiri tidak kurang dari 1,40% v/b dan trans-atenol tidak kurang dari 0,60%.
Simplisia buah adas berbentuk memanjang dengan ujung pipih dan gundul. Memiliki bau dan rasa yang khas, warna cokelat kehijauan atau cokelat kekuningan hingga cokelat. Panjang sampai dengan 10 mm dan lebar sampai dengan 4 mm. Bagian luar tubuh mempunyai 5 rusuk primer, menonjol dan berwarna kekuningan.
Simplisia Buah Adas (FHI)
Secara makroskopis, fragmen pengenal yang dapat dikenali adalah pada endokarp dengan sel-sel palisade, sel-sel  endosperm, serabut, berkas pengangkut dan epikarp.
Lihat Juga: Perlukah Determinasi Tumbuhan Obat?
Senyawa Identitas buah adas adalah Trans-Atenol. Dengan stuktur kimia sebagai berikut :
Senyawa identitas dapat diidentifikasi dengan kromatografi lapis tipis sebagai berikut :
Fase gerak Toluen P-etil asetat P (90:10)
Fase diam silika gel 60 F254
 
Larutan Uji 10% dalam etanol P
 
Larutan pembanding trans-atenol 1% dalam etanol P
 
Volume penotolan 20 mikroliter larutan uji dan 2 mikroliter larutan pembanding
 
Deteksi menggunakan UV254 . Rf yang dihasilkan ada pada kisaran 0,15 dan 0,25.
Dengan Standar Kualitas antara lain :

Susut Pengeringan tidak lebih dari 10%

Kadar Abu total tidak lebih dari 13,1%

Kadar Abu tidak larut asam tidak lebih dari 2,7%

Kadar Sari larut air tidak kurang dari 20,0%

Kadar Sari larut etanol tidak kurang dari 8,6%

Secara lengkap dapat dilihat pada FHI halaman 1 dan seterusnya.
Sumber : 
 
 ———————

Penulis:

Indra Yudhawan, S.Farm., Apt. [email][linkedin][facebook][youtube]

Lihat Juga:

Iklan