Disclaimer:
Mohon membaca sampai selesai (ada bonus). NO SARA Karena tulisan ini adalah khusus untuk kawan-kawan muslim, bukan untuk kawan non-muslim. Bagi saudara/kawan kristiani, katholik, budha, hindu, dll., dipersilahkan dapat membaca, dengan catatan tetap bijak menyikapi.

Apakah April Mop/April Fools Day itu?

April Mop, istilah yang populer di masyarakat, juga dikenal dalam bahasa inggris dengan istilah “April Fools Day”, diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahunnya. Pada budaya April Fools Day, setiap orang boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah, baik lelucon itu baik maupun tidak baik.
Budaya April Mop ini cukup populer di masyarakat, namun bagaimanakah sikap kita terhadap april mop? Mari kita lihat sejarahnya terlebih dahulu

 

Sejarah April Mop (Dirangkum dari Republika)

Selama bebeapa abad, kaum kafir terus berusaha untuk membersihkan Islam dari Spanyol. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya, mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.

Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya, Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar tidak hanya kepada pasukan Islam yang, namun juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua.

Satu per satu daerah di Spanyol jatuh. Granada merupakan daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri dari kejaran tentara Kristen.

Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.

“Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” Demikian bujuk tentara Salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya, dengan membawa seluruh barang-barang. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya.

Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah dan membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya. Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana, ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam.

Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak kecil. Sementara, tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Kemudian para tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam. Tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya. Seluruh Muslim di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April Fool’s Day).

Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudara seimannya “disembelih” dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol.

 

Sikap Kita Sebagai Umat Muslim di Indonesia?
Sudah sepantasnya bagi kita untuk mengetahui sejarah suatu perayaan, apalagi jika perayaan tersebut berasal dari kejadian yang tidak semestinya. Semestinya juga kita mengikuti perintah agama Islam untuk tidak merayakan perayaan agama lain yang tidak sesuai dengan nilai islam.

hands-1778553_640

Kita juga tetap menghormati perayaan agama lainnya, bijak dalam toleransi, namun bukan dengan merayakannya. Alangkah baiknya untuk kita yang muslim, tidak ikut merayakannya. Menghargai bukan berarti harus ikut melaksanakan.

Tidak mengusik orang lain dalam menjalankan ibadahnya/perayaannya adalah suatu bentuk toleransi, dan disinilah kita harus bersikap dalam menjaga kerukunan bersama. Kita dapat menjaga kerukunan, cinta damai, dengan menghargai kawan non-muslim yang merayakannya, tidak memusuhinya, menjaga ketertiban dan memenuhi hak nya.

Dengan demikian, tujuan kita juga adalah menjaga persatuan dan kesatuan di Indonesia, memberikan adab yang baik bagi teman-teman non muslim kita. Sejarah adalah untuk menjadi pelajaran, namun bukan menjadi dasar kita melebihi batas kepada kawan non muslim. Kawan non muslim memiliki hak aman, toleransi, tidak diusik, dan kita wajib memenuhinya. Itulah penghargaan kita kepada kawan-kawan non muslim, kita menghargai apa yang mereka lakukan, dan kita tidak mencampurinya, hanya saja kita juga sebaiknya tidak ikut melaksanakannya juga.

Urgensi Bercanda/Berbohong bagi Umat Muslim
Dalam agama islam, hal paling besar hingga yang dianggap remeh ada aturannya, umat islam tidak sembarang hidup sesuai kehendaknya, namun ada adab-adab yang harus dipenuhi, aturan-aturan yang tidak semestinya dilanggar.

Pedoman dari hidup berumah tangga, “berkumpul”nya suami-istri, adab kepada keluarga/saudara/tetangga/kawan non muslim/dll., adab makan/tidur/dan keseharian lainnya, adab menuntut ilmu, adab dalam ibadah, adab dalam bekerja, adab dalam berjanji/bekerja sama/dll., hingga adab dalam menundukkan pandangan dari memandang wanita sudah diatur dalam islam, termasuk didalamnya adalah adab dalam bercanda.

Adab bercanda juga telah dicontohkan oleh rasulullah. Beliau bercanda dengan tidak berlebihan, dan tidak bercanda dengan candaan yang bernilai bohong. Berikut adalah adab-adab rasulullah dalam bercanda:

1. Tidak bercanda dengan ayat ayat Allah Subhanahu wata’ala dan hukum syariat-Nya.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman tentang Nabi Musa ‘Alahissalam ketika menyuruh kaumnya (bani Israil) untuk menyembelih sapi.

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تَذْبَحُوا بَقَرَةً ۖ قَالُوا أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا ۖ قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina.” Mereka berkata, “Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?” Musa menjawab, “Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil.” (al- Baqarah: 67)

Maksudnya, aku (Musa) tidaklah bercanda dalam hukum-hukum agama karena hal itu adalah perbuatan orang orang yang bodoh. (Faidhul Qadir 3/18)

2. Tidak berdusta dalam bergurau
Nabi n bersabda (yang artinya), “Sesungguhnya saya bercanda dan saya tidaklah mengatakan selain kebenaran.” (HR. ath-Thabarani dalam al-Kabir dari jalan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu. Asy-Syaikh al-Albani rahimahullahmenyatakannya sahih dalam Shahih al-Jami’)

3. Tidak menghina orang lain
Misalnya, menjelek-jelekkan warna kulit seseorang dan cacat fisiknya.

4. Tidak bercanda di saat seseorang dituntut untuk serius
Sebab, hal ini bertentangan dengan adab kesopanan dan bisa jadi mengakibatkan kejelekan bagi pelakunya atau orang lain.

5. Tidak mencandai orang yang tidak suka dengan candaan
Sebab, hal ini bisa menimbulkan permusuhan dan memutus tali persaudaraan.

6. Tidak tertawa terbahak-bahak
Dahulu, tawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam hanyalah dengan senyuman. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallammelarang kita sering tertawa sebagaimana sabdanya.

لاَ تُكْثِرِ الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيْتُ الْقَلْبَ
“Janganlah engkau sering tertawa, karena sering tertawa akan mematikan hati.” (Shahih Sunan Ibnu Majah no. 3400)

Al – Imam an – Nawawi rahimahullah menerangkan, “Ketahuilah, bercanda yang dilarang adalah yang mengandung bentuk melampaui batas dan dilakukan secara terus-menerus. Sebab, hal ini bisa menimbulkan tawa (yang berlebihan), kerasnya hati, melalaikan dari mengingat Allah Subhanahu wata’ala dan memikirkan hal-hal penting dalam agama. Bahkan, seringnya berujung pada menyakiti orang, menimbulkan kedengkian, dan menjatuhkan kewibawaan. Adapun candaan yang jauh dari ini semua, dibolehkan, seperti yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu, namun tidak terlalu sering. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallammelakukannya untuk sebuah maslahat, yaitu menyenangkan dan menenteramkan hati orang yang diajak bicara. Yang seperti ini sunnah. (Syarah ath-Thibi rahimahullah terhadap al-Misykat 10/3140)

7. Tidak mengacungkan/ menodongkan senjata kepada saudaranya
Terkadang, ada orang yang bercanda dengan mengacungkan senjatanya (pisau atau senjata api) kepada temannya. Hal ini tentu sangat berbahaya karena bisa melukai, bahkan membunuhnya. Sering terjadi, seseorang bermainmain menodongkan pistolnya kepada orang lain. Ia menyangka pistolnya kosong dari peluru, namun ternyata masih ada sehingga mengakibatkan kematian orang lain. Akhirnya dia pun menyesal karena ternyata masih tersisa padanya “peluru setan” yang mematikan. Namun, apa mau dikata, nyawa orang lain melayang karena kedunguannya. Ini akibat menyelisihi bimbingan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang bersabda, “Janganlah salah seorang kalian menunjuk kepada saudaranya dengan senjata, karena dia tidak tahu, bisa jadi setan mencabut dari tangannya, lalu dia terjerumus ke dalam neraka.” (Muttafaqun ‘alaih dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Demikian pula sabda beliau (yang artinya), “Barang siapa mengacungkan besi kepada saudaranya, para malaikat akan melaknatnya, meskipun ia saudara kandungnya.” (HR. Muslim dan at- Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

8. Mengambil harta orang dengan bercanda
Tidak dibenarkan menurut agama seseorang bercanda dengan mengambil harta atau barang milik saudaranya, lalu dia sembunyikan di suatu tempat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا يَأْخُذَنَّ أَحَدُكُمْ مَتَاعَ صَاحِبِهِ لَاعِبًا وَلَا جَادًّا وَإِنْ أَخَذَ عَصَا صَاحِبِهِ فَلْيَرُدَّهَا عَلَيْهِ
“Janganlah salah seorang kalian mengambil barang temannya (baik) bermain-main maupun serius. Meskipun ia mengambil tongkat temannya, hendaknya ia kembalikan kepadanya.” (HR. Ahmad, Abu Daud, at-Tirmidzi, dan al-Hakim. Asy-Syaikh al-Albani t menyatakan hasan dalam Shahih al-Jami’)

Sisi dilarangnya mengambil barang saudaranya secara serius itu jelas, yaitu itu adalah bentuk pencurian. Adapun larangan mengambil barang orang lain dengan bergurau karena hal itu memang tidak ada manfaatnya, bahkan terkadang menjadi sebab timbulnya kejengkelan dan tersakitinya pemilik barang tersebut. (Aunul Ma’bud 13/346—347)

9. Tidak menakut-nakuti di jalan kaum muslimin
Menciptakan ketenangan di tengahtengah masyarakat adalah hal yang dituntut dari setiap individu. Tetapi, masih saja didapati orang-orang yang iseng dan bergurau dengan menakut-nakuti di jalan yang biasa dilalui oleh orang. Bentuk menakut – nakutinya beragam. Ada yang modusnya dengan penampakan bentuk yang menakutkan, seperti pocongan atau suara-suara yang mengerikan, terutama di jalan-jalan yang gelap. Model bercanda seperti ini sungguh keterlaluan karena bisa menyisakan trauma yang berkepanjangan, terhalanginya seseorang dari keperluannya, bahkan terhalanginya seseorang dari masjid dan majelis-majelis kebaikan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud, lihat Shahihul Jami’no. 7659)

10. Berdusta untuk menimbulkan tawa
Apabila seorang bercanda dengan kedustaan, ia telah keluar dari batasan mubah (boleh) kepada keharaman. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَيْلٌ لِلَّذِى يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ، وَيْلٌ لَهُ، وَيْلٌ لَهُ
“Celakalah orang yang bercerita lalu berdusta untuk membuat tawa manusia, celakalah ia, celakalah ia.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan al-Hakim dari Mu’awiyah bin Haidah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Asy-Syaikh al-Albani rahimahullah menyatakannya hasan dalam Shahih al-Jami’)

Sumber:

http://www.republika.co.id/berita/sepakbola/liga-inggris/12/04/01/m1sqwz-lelucon-april-mop-mu-akan-pindah-ke-new-york

https://muslim.or.id/5809-april-mop-budaya-jahiliyah.html

http://asysyariah.com/akhlak-bercanda-ada-etikanya/

https://id.wikipedia.org/wiki/Kafir

BONUS

Bagi kawan-kawan yang membaca sampai akhir, berikut bonus link-link bacaan yang saya harap dapat lebih memahamkan tentang dan toleransi.

Bagi kawan-kawan non muslim, link yang saya berikan adalah bukti kami mencintai perdamaian dan toleransi, tidak seperti berita di media konvensional. Dan kami tetap menghargai kedamaian kita bersama, walau sejarah mungkin kelam, namun dalam hal perdamaian dan pemenuhan hak kepada anda, kami melihat ke masa depan, dan akan tetap seperti itu :)

Tambahan Kosa Kata :

Kafir (Ka-Fa-Ra) كافر kāfir; plural كفّار kuffār adalah kosakata bahasa arab yang arti sederhananya adalah non-muslim

jadi teman-teman yang bukan beragama islam jangan terburu-buru emosi/negatif ketika mendengar kata “kafir” ya, karena itu vocabulary kami :) [walau kadang memang beberapa orang membuatnya menjadi hiperbolis dan bernada kebencian]

Link Adab kepada kawan non muslim, Mohon dibaca sampai selesai

https://rumaysho.com/9459-tetap-berbuat-baik-pada-non-muslim.html

https://muslim.or.id/25575-muslim-mayoritas-tidak-boleh-menzhalimi-non-muslim-minoritas.html

https://khotbahjumat.com/3058-adab-adab-kepada-non-muslim.html?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=adab-adab-kepada-non-muslim

 

Iklan